Kadin Indonesia

Pelantikan Pengurus Kadin DIY, Anindya Bakrie Ungkap Kekuatan Ekonomi DIY Bertumpu pada Manusia dan Budaya

Yogyakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie resmi melantik dan mengukuhkan jajaran pengurus Kadin Provinsi DI Yogyakarta (DIY) periode 2025-2030 yang berlangsung di The Alana Hotel Yogyakarta pada Sabtu (31/01/2026).

Dalam sambutannya, Anin sapaan akrabnya menilai keunikan DIY terletak pada fondasi ekonominya yang bertumpu pada manusia, bukan eksploitasi sumber daya alam.

“Lebih dari 60 persen Produk Domestik Regional Bruto Daerah Istimewa Yogyakarta ditopang sektor jasa, dengan kontribusi besar dari pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, serta ekonomi berbasis budaya dan heritage,” ujar Anin.

Menurut Anin, struktur ekonomi tersebut membuat DIY memiliki daya lenting yang khas dibandingkan banyak daerah lain.

“Ketika dunia menghadapi pergeseran rantai pasok, perubahan pola konsumsi, dan tekanan global yang cepat, ekonomi yang ditopang kualitas manusia, kreativitas, dan budaya cenderung lebih adaptif dan tahan guncangan,” terang Anin.

Anin juga menyebut bahwa tantangan ke depan bukan terletak pada penciptaan sektor baru semata, melainkan pada kemampuan menjaga kualitas sumber daya manusia dan ekosistem kreatif agar tetap relevan dengan perubahan zaman.

“Dalam konteks ini, peran dunia usaha menjadi penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi DIY tetap berbasis nilai, inklusif, dan memberi ruang bagi UMKM serta pelaku ekonomi berbasis budaya untuk terus berkembang,” tutur Anin.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Provinsi DIY GKR Mangkubumi usai dilantik menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga menjaga marwah lingkungan melalui investasi hijau.

“Kami berpesan kepada investor yang masuk ke DIY agar tumbuh bersama masyarakat, menerapkan konsep investasi hijau, dan tidak menimbulkan polusi, karena DIY ingin berkembang bersama investor yang sejalan dan berkelanjutan,” tegas GKR Mangkubumi.

Ia pun menambahkan bahwa Kadin Provinsi DIY kini tengah merumuskan program kerja yang selaras dengan visi-misi Presiden dan Pemerintah Daerah untuk memastikan ekonomi wilayah tumbuh secara inklusif.

Lebih lanjut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam pidatonya memberikan perumpamaan filosofis. Sultan mengibaratkan dunia usaha seperti bambu yang harus tetap luwes namun tegak di tengah terpaan angin perubahan global.

Menurut Sultan, Kadin Provinsi DIY harus menjadi simpul kolaborasi yang mampu melahirkan local champion dari sektor pangan, UMKM, hingga ekonomi kreatif.

Sultan menekankan bahwa perubahan dalam sebuah organisasi selalu bermula dari kepemimpinan yang jernih.

“Dunia bergerak sangat cepat, rantai pasok bergeser, dan teknologi berkembang tanpa jeda, namun kemajuan tetap ditentukan oleh kepemimpinan, bukan semata mesin dan modal, melainkan kejernihan akal, ketajaman rasa, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan,” pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kadin Indonesia M. Aziz Syamsuddin, WKU Bidang Organisasi Kadin Indonesia Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, WKU Bidang Keanggotaan Kadin Indonesia Widiyanto Saputro dan Ketua Umum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Barat Faurani.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *