Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro dan Mikro Ekonomi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Aviliani menyatakan, pelaku usaha nasional kini semakin siap menghadapi tantangan ekonomi global, termasuk dampak kebijakan tarif proteksionis Amerika Serikat (AS). Hal ini disampaikan Avi sapaan akrabnya dalam seminar bertajuk “Kebijakan Tarif Trump dan Langkah Indonesia di Masa Depan” yang
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, memimpin delegasi Kadin Indonesia dalam serangkaian agenda strategis di Amerika Serikat (AS) yang berlangsung mulai 28 April hingga awal Mei 2025 mendatang. Kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan dagang, memperluas investasi, dan membangun kemitraan global yang dapat memperkuat kapasitas Kadin Indonesia ke depan. “Jadi intinya
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan sistem pengadaan pemerintah melalui transformasi E-Katalog versi 6. Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat menghadiri peluncuran pameran Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) dan Indonesia Procurement Forum and Expo (IPFE) di Kantor Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Kawasan
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan seruan penting kepada asosiasi dan Kadin provinsi untuk memikirkan strategi nasional dalam menghadapi dampak dari potensi kebijakan “Trump 2.0” serta dinamika perang dagang global. Hal ini disampaikan Anin sapaan akrabnya, dalam acara halalbihalal dan silaturahmi dengan Asosiasi, Himpunan, dan Anggota Luar Biasa (ALB)
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan kesiapan Kadin Indonesia dalam mendukung langkah pemerintah merespons kebijakan tarif 32% dari Amerika Serikat (AS) dengan strategi diplomasi dagang dan penguatan ekspor nasional. Hal ini disampaikannya dalam acara Halal Bihalal dan Forum Group Discussion Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) 2025 bertema “Tarif
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan harapannya kepada pemerintah untuk dapat mempertimbangkan lebih jauh terkait rencana kenaikan tarif iuran BPJS kesehatan yang dinilai bisa memberatkan para pelaku usaha di tengah kondisi perekonomian saat ini. Hal ini disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie saat menerima kunjungan Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron, di
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menggelar acara sosialisasi bersama 31 duta besar yang baru dilantik guna berbagi pandangan mengenai kepentingan dunia usaha dalam kaitannya dengan tugas para Dubes tersebut di negara tempat mereka bertugas. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengatakan dalam era perang dagang
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan bahwa Indonesia berpotensi untuk meningkatkan nilai ekspor hingga 1,7 miliar dolar AS (Rp28,6 triliun) jika bisa memanfaatkan dampak dari perang tarif akibat kebijakan AS. “Secara garis besar kita bisa melihat ada beberapa sektor, beberapa area produk yang punya potensi sangat besar. Salah satunya adalah alas kaki berbasis tekstil
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menegaskan pentingnya penguatan kerja sama ekonomi dan hubungan antar-masyarakat antara Indonesia dan Prancis, dalam acara Gala Dinner bertajuk Celebrating 75 Years of Diplomatic Relations Between France and Indonesia di Hotel Pullman, Central Park Jakarta, Kamis malam (24/4/2025). Anin sapaan akrabnya menyebut momentum peringatan 75
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong peningkatan kerja sama antara pelaku industri tekstil nasional dan Amerika Serikat (AS) melalui dialog terbuka bersama Cotton USA yang berlangsung di Plataran Dharmawangsa, Jakarta Selatan pada Rabu malam (23/04/2025). Agenda ini digelar dalam format makan malam yang dihadiri oleh para pelaku industri pertekstilan Indonesia, sebagai bagian dari upaya