Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menegaskan, Kadin Indonesia kompak dan solid. Kadin siap menjadi mitra strategis pemerintah dan mengegolkan Asta Cita yang dicanangkan pemerintahan Prabowo-Gibran. “Alhamdulillah Pak Wapres, tanggal 16 Januari lalu, Pak Presiden Prabowo hadir di Munas Konsolidasi Pesatuan, di mana saya terpilih menjadi ketua umum, dan di
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menyatakan, pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan pemerintah sebesar 8% dalam jangka menengah-panjang mustahil tercapai tanpa dukungan sektor pertanian, khususnya pangan. “Tidak mungkin pertumbuhan ekonomi 8% bisa dicapai tanpa pertanian dan pangan,” tegas Anindya Bakrie di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (10/3/2025).
Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie melakukan audiensi dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jakarta Selatan pada Selasa, 11 Maret 2025. Pertemuan ini membahas peluang kerja sama dalam bidang ketahanan pangan serta pemanfaatan tenaga kerja binaan lembaga pemasyarakatan (lapas). Anin sapaan akrab
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengajak para pengusaha di Tanah Air tetap kompak menghadapi perkembangan terkini ekonomi global dan domestik yang dinamis dan sarat tantangan. Ajakan itu disampaikan Anindya usai menghadiri undangan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (7/3/2025), bersama para pengusaha lainnya untuk membicarakan berbagai masalah ekonomi
Kadin Indonesia berencana meluncurkan sejumlah program yang cepat menghasilkan (quick wins), salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan Kadin Indonesia kepada pemerintah. “Program quick wins untuk MBG akan diluncurkan pekan depan. Ini bentuk dukungan Kadin sebagai mitra pemerintah,” ujar Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie saat memberikan sambutan pada
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, didampingi Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia, Bernardino M. Vega, menerima kunjungan Duta Besar Tajikistan untuk Indonesia, Ardasher Saeedjaafar Qodiri, di Menara Kadin, Jakarta Selatan, pada Kamis (6/3/2025). Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama di berbagai sektor
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie merespons positif opsi pelonggaran aturan pembelian kembali (buyback) saham emiten di pasar tanpa rapat umum pemegang saham (RUPS) yang sedang dikaji otoritas pasar modal. Anindya Bakrie menjelaskan, buyback saham dapat meningkatkan sentimen positif di pasar saham domestik yang tengah diterpa bearish. Namun buyback saham sering kehilangan momentum karena harus menunggu persetujuan RUPS yang
Kadin Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap mengakselerasi pembangunan 77 Proyek Strategis Nasional (PSN). Kadin dan OJK akan merancang solusi pembiayaan, regulasi, dan insentif yang dapat mendukung proyek-proyek strategis tersebut. Hal itu ditegaskan Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie pada acara “Financial Lecture Kadin Indonesia” bertajuk “Arah dan Kebijakan Industri Keuangan dalam Mendukung
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menegaskan, Kadin Indonesia mendukung penuh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang baru saja diluncurkan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, setidaknya terdapat tiga alasan mengapa para pengusaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia mendukung peluncuran Danantara. “Alasan
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan dukungan atas peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) oleh Presiden Prabowo Subianto. Anin, demikian sapaan akrabnya, mengungkapkan sedikitnya ada tiga alasan bagi para pengusaha yang tergabung di Kadin Indonesia untuk mendukung peluncuran Danantara. “(Alasan) yang pertama, skala. Dengan asset under