Kadin Indonesia

Kadin Indonesia dan CFNA China Jalin Kolaborasi Strategis, Dorong Perdagangan Sawit Berkelanjutan Indonesia-China

Jakarta, 15 Desember 2025 – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan China Chamber of Commerce of Import & Export of Foodstuffs, Native Produce & Animal By-Products (CFNA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan pengembangan industri minyak sawit berkelanjutan antara Indonesia dan China.

Penandatanganan MoU ini dilaksanakan dalam rangkaian China Sustainable Palm Oil Alliance (CSPOA) Member Meeting serta Tiongkok–Indonesia Sustainable Palm Oil Exchange Conference yang diselenggarakan secara hybrid di Beijing dan Jakarta.

Perjanjian ini ditandatangani oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dan Presiden CFNA Cao Derong. Dalam pertemuan ini turut dihadiri oleh Ketua Komite Tetap Tanaman Palma Kadin Indonesia, dan Harry Hanawi sebagai perwakilan Ketua Umum Kadin Indonesia.

Pasar China menjadi salah satu tujuan strategis bagi industri kelapa sawit Indonesia. Kebutuhan minyak nabati China mencapai 38 juta ton dengan sebagian besar dipenuhi oleh kelapa sawit.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) total ekspor minyak kelapa sawit ke China mencapai 3,59 juta ton di tahun 2023. Situasi ini diperkuat dengan meningkatnya permintaan produk sawit yang bebas deforestasi dan rantai pasok yang bertanggung jawab dimana China juga perkuat kebijakan keberlanjutan yang mendorong percepatan target pencapaian net zero 2060.

Perjanjian ini menandai pentingnya kolaborasi untuk mendorong kemitraan yang inklusif dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dalam kerja sama ini, WWF-Indonesia dan WWFChina berperan sebagai knowledge partner yang memberikan dukungan keilmuan, analisis kebijakan global, serta penguatan kapasitas terkait praktik minyak sawit berkelanjutan dan Deforestation and Conversion Free (DCF).

Sementara itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berperan sebagai implementation partner yang akan mendukung pelaksanaan program dan inisiatif kerja sama di tingkat industri dan pelaku usaha. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperdalam kemitraan kedua negara menjadi lebih strategis, dan berwawasan ke depan.

Wakil Ketua Umum Bidang Perkebunan Kadin Indonesia Arief Rachmat mengatakan bahwa MoU ini merupakan inisiatif Bidang Perkebunan Kadin Indonesia bersama CFNA, WWF Tiongkok, WWF Indonesia, serta GAPKI.

“Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong industri minyak kelapa sawit berkelanjutan,” kata Arief.

Lebih lanjut, Ketua Komite Tetap Tanaman Palma Kadin Indonesia Harry Hanawi mengatakan bahwa MoU ini menandai kelanjutan untuk membangun visi bersama dalam menciptakan rantai nilai minyak sawit yang transparan dan berkelanjutan antara kedua negara.

“Penyelarasan standar, peningkatan transparansi dan dukungan untuk petani kecil akan berperan dalam mendukung tujuan iklim, keberlanjutan dan mata pencaharian,” ujar Harry.

Melalui MoU ini, Kadin Indonesia dan CFNA akan memperkuat kerja sama dalam penyelarasan sertifikasi keberlanjutan, peningkatan ketelusuran dan transparansi rantai pasok kelapa sawit berkelanjutan, pertukaran Praktik Terbaik melalui Dialog Kebijakan dan Kolaborasi Pemangku. Kerja sama ini diharapkan turut memperkuat kapasitas petani kecil dan meningkatkan pemahaman terhadap kebijakan serta standar keberlanjutan di kedua negara.

Sementara itu, Presiden CFNA Cao Derong, menegaskan bahwa perdagangan minyak sawit bukan hanya merupakan pilar utama dalam pertukaran ekonomi dan perdagangan antara kedua negara, tetapi juga industri yang sangat penting untuk memperdalam kerja sama regional dan mewujudkan manfaat bersama.

“Di sektor pertanian, ketahanan pangan, keamanan pangan, keuntungan yang wajar, harga yang terjangkau, dan pembangunan berkelanjutan saling terkait dan menjadi fondasi utama bagi terciptanya industri yang sehat,” kata Cao Derong.

Ia menekankan bahwa pengembangan rantai pasok pertanian berkelanjutan antara Tiongkok dan Indonesia akan berkontribusi pada integrasi manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi kedua negara, sekaligus mendukung para anggota China Sustainable Palm Oil Alliance (CSPOA) dalam memenuhi komitmen pengadaan mereka.

Melalui kerja sama dengan CFNA dan CSPOA, Kadin Indonesia berharap dapat meningkatkan pemahaman dan keberterimaan pasar China terhadap komitmen Indonesia dalam menerapkan praktik produksi minyak sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan seperti ISPO yang akan diperkuat dengan prinsip Deforestation and Conversion Free (DCF).

Hal ini sekaligus menjadi upaya untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit yang andal, berkelanjutan dan berorientasi pada kerangka regulasi global.

Ke depan, Kadin Indonesia dan CFNA akan menindaklanjuti MoU ini melalui penyusunan rencana kerja konkret termasuk pertemuan rutin, pertukaran delegasi, proyek percontohan. Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan yang kokoh bagi penguatan hubungan ekonomi Indonesia-China serta kontribusi nyata dunia usaha dalam mendukung perdagangan internasional yang inklusif, berkelanjutan. Sekaligus menegaskan komitmen kedua negara dalam mendorong rantai pasok minyak sawit yang berkelanjutan dan bebas deforestasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *