Jakarta – Badan Pengelola Masjid Istiqlal menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi DKI Jakarta serta Indosat Ooredoo Hutchinson mengenai penataan kawasan Masjid Istiqlal dan program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid. Acara ini berlangsung di Selasar Al Fattah Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/03/2025).
Penandatanganan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum Kadin Provinsi DKI Jakarta Diana Dewi, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchinson Muhammad Buldansyah, serta Direktur Pengembangan Bisnis IGF Istiqlal Deva Rachman.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie atau Anin sapaan akrabnya, menegaskan bahwa Kadin Indonesia memiliki amanah untuk menjadi wadah dunia usaha, baik bagi swasta, BUMN, koperasi, maupun UMKM. Anin mengapresiasi inisiatif Kadin Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat perekonomian umat dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“(Selama ini) Kadin Provinsi DKI Jakarta sangat terdepan dalam hal pasar murah. Ini adalah bukti nyata bahwa ekonomi umat dapat bergerak maju,” ujar Anin.
Anin juga mengucapkan terima kasih dan juga selamat kepada Indosat Ooredoo Hutchinson.
Hal ini kata Anin, menandakan juga bahwa perekonomian umat sangat dekat dengan teknologi informasi yang sangat pesat perkembangannya. “Karena kami melihat bahwa tugas Kadin ujungnya adalah bermanfaat untuk masyarakat luas.
Dan untuk Indonesia, ini tentunya sangat diperlukan umat (masyarakat) untuk bangkit bersama dengan pertumbuhan ekonomi. Kami melihat (Masjid) Istiqlal ini bukan saja sebuah simbol besar Asia Tenggara dan dunia, tapi juga merupakan wadah dari 800 ribu masjid di seluruh Indonesia,” papar Anin.
“Jadi kalau kita bisa mulai dengan Istiqlal, dengan banyaknya masjid mengakar ke mana-mana, tentu pemberdayaan umat bisa bergerak seiringan dengan pemberdayaan daerah, utamanya di Kadin Indonesia,” tambah Anin.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi potensi zakat, sedekah, dan wakaf guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Nah, kami melihat bahwa di Kadin ini tujuannya untuk membantu pemerintah mencapai 8% pertumbuhan ekonomi. Dan ini tentu membuat PDB kita bisa mencapai 1,5 triliun dolar AS, dan bisa dibayangkan apabila umat Indonesia berbondong-bondong untuk bersedekah dan mewakafkan rezekinya, tentu akan bisa membuat bukan saja berbagi, tapi bergulir perekonomian yang lebih kencang lagi,” tandas Anin.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Provinsi DKI Jakarta, Diana Dewi, menyampaikan harapannya agar ekonomi umat dapat berjalan secara berjamaah. “Jika kita bisa bersatu dalam ekonomi, insya Allah kesejahteraan umat akan meningkat. Kadin hadir untuk memastikan hal ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyatakan, kerja sama ini bertujuan menjadikan Masjid Istiqlal sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Ia menyebut, banyak potensi ekonomi umat yang selama ini tidak tergarap secara optimal.
“Dengan adanya manajemen modern, kita dapat menjadikan Masjid Istiqlal sebagai model bagi masjid lain di Indonesia dan dunia,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchinson Muhammad Buldansyah menegaskan, perusahaannya berkomitmen dalam memberdayakan umat Islam melalui teknologi.
“Kami memiliki jaringan, teknologi, dan mitra yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan potensi zakat, wakaf, dan informasi. Mudah-mudahan ini semua akan kita lakukan dalam waktu secepat-cepatnya, sehingga mendapat hasil maksimal dan dapat dinikmati oleh semua umat Islam,” pungkas Buldansyah.