Jambi – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie resmi melantik pengurus Kadin Provinsi Jambi periode 2024-2029 yang bertajuk “Membangun Sinergi untuk Semua Pelaku Usaha” di BW Luxury Hotel Jambi pada Rabu (17/09/2025) malam.
Dalam sambutannya, Anindya atau Anin sapaan akrabnya menegaskan bahwa potensi ekonomi yang dimiliki Provinsi Jambi masih sangat besar dan belum sepenuhnya dioptimalkan. Namun demikian, Anin menyoroti berbagai tantangan struktural yang disebut masih menghambat percepatan pertumbuhan daerah.
“Di Jambi ini tantangannya cukup kompleks. Mulai dari belum adanya pelabuhan, hingga peraturan-peraturan yang perlu diperjelas. Tapi potensi ekonominya besar,” ujar Anin.
Disebutkan oleh Anin, komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, kayu manis, pinang, dan kopi robusta telah dihasilkan dalam volume yang signifikan. Dalam paparannya, Anin menyebut lebih dari 2 juta ton CPO (minyak sawit mentah), 341 ribu ton karet, 56 ribu ton kayu manis, 13 ribu ton pinang, dan 14 ribu ton kopi robusta telah diproduksi di wilayah provinsi Jambi.
Potensi tersebut menurut Anin, harus dilihat sebagai kekuatan, bukan hambatan.
“Ekonomi Jambi harus dilihat setengah penuh, bukan setengah kosong,” ujar Anin.
Lebih lanjut, Anin mengatakan bahwa 60% perkebunan sawit di Jambi dimiliki oleh petani swadaya. Oleh karena itu, kebutuhan akan fasilitasi teknologi, akses kredit, dan hilirisasi industri dianggap mendesak.
“Kita harus bantu mereka masuk ke sektor hilir seperti oleokimia (senyawa kimia yang berasal dari lemak dan minyak alami, baik nabati maupun hewani dan biodiesel,” ucap Anin.
Sektor UMKM juga mendapat sorotan dalam acara tersebut. Anin menambahkan, juga terdapat 165 ribu UMKM di seluruh Provinsi Jambi, dengan 47 ribu di antaranya berada di kota Jambi. Produk lokal seperti batik Jambi dan kerajinan tangan dinilai memiliki potensi untuk naik kelas melalui digitalisasi dan perluasan akses pasar.
“UMKM bisa tumbuh lebih besar dengan pemanfaatan teknologi. Bahkan, dengan kecerdasan buatan (AI), tidak ada yang tidak mungkin. Yang penting adalah kemauan dan kepekaan,” kata Anin.
Konsep Indonesia Incorporated juga kembali digaungkan Anin, yakni kolaborasi antar-pelaku usaha untuk tumbuh bersama.
“Naik kelas jangan sendiri-sendiri, tapi bersama-sama. Kolaborasi adalah kunci,” ujar Anin.
Sementara itu Ketua Umum Kadin Provinsi Jambi terpilih Usman Sulaiman dalam paparannya menyoroti kekayaan sumber daya alam yang dimiliki daerahnya.
“Di Jambi ini ada batu bara, emas, bijih besi, dan lainnya. Pariwisata juga tumbuh. Banyak kafe dan rumah makan bermunculan. Ini indikasi bahwa geliat ekonomi berjalan,” ungkap Usman.
Namun lanjut Usman, keterbatasan infrastruktur logistik terutama absennya pelabuhan laut, disebut sebagai hambatan utama dalam memperluas akses ekspor dan mendukung industri daerah.
“Tidak ada provinsi yang bisa menjadi besar tanpa pelabuhan. Sampai hari ini, Jambi belum memiliki pelabuhan sendiri. Ini menjadi hambatan serius,” ungkapnya.
Usman berharap agar pembangunan pelabuhan di Jambi bisa segera direalisasikan. Disebutkannya bahwa kehadiran pelabuhan akan menjadi tonggak penting bagi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya Jambi.
“Kalau pelabuhan berdiri, saya yakin Jambi akan mengalami kemajuan yang jauh lebih besar,” pungkas Usman.
Hadir dalam pelantikan tersebut di antaranya Wakil Ketua Umum Bidang Keanggotaan Kadin Indonesia Widiyanto Saputro, Ketua Umum Kadin Provinsi Aceh Muhammad Iqbal Piyeung, Ketua Umum Kadin Provinsi Riau Masuri, Ketua Umum Kadin Provinsi Sulawesi Tenggara Anton Timbang, Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Pipin Moh. Saiful Arifin, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman yang mewakili Gubernur Provinsi Jambi Al Haris, Kepala Balai Pelatihan Pertanian Provinsi Jambi Sugeng Mulyono yang mewakili Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, serta Anggota DPR RI Komisi V A.Bakri HM.